Showing posts with label For Your Information. Show all posts
Showing posts with label For Your Information. Show all posts

Feb 22, 2010

37 CARA MENCINTAI PASANGAN ANDA

2 comments
Abis baca Chicken Soup for The Couple Soul nih,,, jadi ada inspirasi buat nulis ginian. hihi. Ada beberapa juga sih yang saya ambil dari buku ini. Mohon dimaklumi ya, ini sekedar berbagi saja bukan untuk tujuan komersil.

Oke, langsung aja.

37 CARA MENCINTAI PASANGAN ANDA

1. Pertama, cintailah diri Anda sendiri
2. Awalilah setiap hari dengan bersyukur atas pasangan Anda
3. Katakan "Aku cinta padamu" setiap kali akan berpisah
4. Jangan ragu untuk sering memuji pasangan Anda
5. Terimalah dan syukurilah perbedaan diantara kalian
6. Hayati hidup setiap hari seolah itu adalah hari terakhir Anda
7. Tulislah pesan - pesan cinta yang tak terduga
8. Berilah pasangan Anda kejutan - kejutan kecil
9. Terimalah dan cintailah keluarga dan kawan - kawan pasangan Anda
10.Tersenyumlah kepada pasangan Anda sesering mungkin dengan tulus & penuh cinta
11.Minta maaflah dengan sungguh - sungguh
12.Bersedia untuk memberikan maaf dengan tulus
13.Ingatlah hari ketika Anda saling jatuh cinta, lalu ciptakan saat itu kembali
14.Katakan "Aku cinta padamu" dengan tatapan Anda
15.Biarkan dia menangis dalam pelukan Anda (warning: klo udah muhrim)
16.Katakan padanya bahwa Anda mengerti
17.Berkomitmenlah atas kesepakatan Anda berdua
18.Biarkan dia membimbing Anda ketika Anda tersesat
19.Tertawalah karena leluconnya
20.Hargailah dan cintai semua kepribadiannya
21.Bangkitkan impian yang menakjubkan
22.Lakukan rencana - rencana untuk pergi berdua
23.Kunjungi tempat pertama kali Anda bertemu dan merasakan jatuh cinta padanya
24.Tulislah tentang cinta Anda dan momen - momen indah bersamanya
25.Berterimakasihlah selalu untuk hal - hal yang dilakukan pasangan untuk Anda
26.Redakan ketakutan pasangan Anda dan tenangkanlah dirinya
27.Mintalah dia berpacaran (atau menikah jika sudah menikah) lagi dengan Anda
28.Berjalan - jalanlah berdua dengan pasangan Anda ke tempat kenangan Anda
29.Jadilah penggemar dan supporter utama pasangan Anda
30.Berikan cinta yang diinginkan pasangan Anda
31.Berikan cinta yang ingin Anda terima dari pasangan Anda
32.Tunjukkan minat pada pekerjaan pasangan Anda
33.Kerjakan sesuatu bersama - sama
34.Hormat dan percayalah pada pasangan Anda
35.Doakanlah selalu kebaikan untuk Anda dan pasangan Anda
36.Berikan ucapan selamat malam dan selamat tidur
37.Pergilah tidur dan berdoa agar bisa memimpikannya :)

Ada yang perlu ditambahkan? :)

Jan 31, 2010

DEFINISI / PENGERTIAN KURIKULUM

0 comments
Ada banyak definisi untuk kata 'kurikulum'. Kurikulum sendiri berasal dari bahasa latin: curere yang artinya berlari cepat. Setelah dikembangkan berbentuk kata kurikulum, artinya berubah menjadi 'suatu jarak yang harus ditempuh seorang pelari mulai dari start hingga garis finish'.

Namun, jika kita cermati, kata kurikulum sekarang sangat terkait dan begitu melekat dengan dunia pendidikan, sehingga orang - orang sering menyebut kurikulum sebagai bagian dari dunia pendidikan, bagian yang tak terpisahkan. Jadi apa sebenarnya arti kurikulum yang kita kenal sekarang? Ada banyak pengertian. Saya akan mengutip diantaranya:

1. "Sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh oleh siswa untuk kenaikan kelas/mendapatkan ijazah" (kamus Webster 1875)
2. "Segala sesuatu yang diperoleh anak di bawah tanggung jawab sekolah" (William B Ragam;Modern Elementary Curricullum, 1963)


Namun, definisi yang diungkapkan oleh Ragan mempunyai banyak kelemahan, karena pada kenyataannya, segala pengalaman yang diperoleh seorang anak di sekolahnya tidak selalu positif. Ragan membuat definisi tersebut seolah - olah apapun yang diperoleh anak di sekolah, baik itu positif maupun negatif, menjadi tanggung jawab sekolah, dan disebut kurikulum. Sebagai contoh, apabila seorang anak mencontek atau tawuran di sekolahnya, walaupun hal itu terjadi secara tidak pernah sengaja dijadikan program sekolah, tetap menjadi tanggung jawab sekolah dan disebut dengan kurikulum.

Lalu muncullah definisi lainnya yang dikeluarkan oleh J.B Saylor dan Alexander.
Segala usaha untuk memengaruhi anak belajar, baik di dalam kelas, halaman, maupun di luar sekolah.

Definisi ini cukup menjawab segara kekurangan definisi yang dikemukakan oleh Ragan. Dalam definisinya, J.B Saylor dan Alexander menggunakan kalimat segala usaha. Ini berarti segala usaha yang diusahakan oleh sekolah untuk memengaruhi anak belajar, dan usaha - usaha yang dilakukan oleh sekolah ini diharapkan sebagai hal - hal yang positif, mengingat sekolah adalah suatu lembaga pendidikan. Hal - hal yang tidak diusahakan oleh pihak sekolah tidak disebut sebagai kurikulum.

Setelah itu, ada beberapa tokoh lainnya yang mengutarakan definisi kurikulum. Namun pada intinya, semuanya kurang lebih sama dengan apa yang diutarakan oleh J.B Saylor dan Alexander. Tetapi rupanya definisi - definisi tersebut masih mempunyai satu kekurangan, sehingga keluarlah satu definisi lagi yang dikeluarkan oleh Soedijarto, salah seorang tokoh pendidikan Indonesia. Beliau mengatakan definisi kurikulum sbb:

Segala usaha yang diusahakan oleh pihak sekolah untuk memengaruhi kegiatan belajar mengajar anak, baik di dalam maupun luar sekolah, yang mempunyai tujuan yang sesuai dengan lembaga yang bersangkutan.


Definisi tersebut melengkapi definisi yang diutarakan oleh J.B Saylor dan Alexander. Jika dibandingkan antara kedua definisi tersebut, definisi J.B Saylor dan Alexander mempunyai kelemahan karena definisinya yang terlalu luas dan hanya berfokus pada segala usaha yang memengaruhi anak belajar, namun tidak ada tujuan jelas untuk apa dan mengapa usaha tersebut perlu dilakukan. Sedangkan definisi yang dikeluarkan oleh Soedijarto dengan jelas menyatakan bahwa kurikulum harus mempunyai tujuan yang sesuai dengan lembaga yang bersangkutan. Dalam artian, semua kurikulum yang dikeluarkan oleh pihak lembaga yang terkait harus cocok dan sesuai dengan lembaga tersebut. Sehingga tidak ada kurikulum yang menyimpang, dan karena ada tujuan, kurikulum menjadi lebih mudah dicapai dan terkonsep.

Sumber : segala yang dikatakan oleh Pak Khaerudin, dosen pengampu Pengantar Pengembangan Kurikulum Universitas Negeri Jakarta 2009.

Jan 29, 2010

PENYEBAB INSOMNIA BERDASARKAN ZODIAK

0 comments
Apakah Anda tahu, bahwa ada ada orang - orang yang percaya bahwa penyebab insomnia itu berkaitan erat dengan zodiak? Yuk liat! Just for fun aja!

Aries : Menganggap tidur itu sepele. Mereka suka menantang diri sendiri untuk begadang sampai pagi

Taurus : susah tidur gara - gara seprai sutra kesayangan mereka lupa diambil di binatu (hahaha)

Gemini : yang punya dua jiwa itu memang nggak pernah capek. Meleeeeek mulu. (hmmm... bolehlaaah)

Cancer : Gelisah di tempat tidur karena memikirkan bagaimana orang lain bisa tidur nyenyak (hahaha kayaknya ini bener deh. Bokap gw banget! hihi)

Leo : Nggak berani bergerak di atas ranjang lantaran takut membuat orang di sebelahnya terganggu tidurnya (masak iya sih?)

Virgo : nggak tidur - tidur soalnya sibuka merapikan ujung seprai dan menumpuk bantal dengan manis (jangan - jangan zodiaknya Cinderella Virgo?)

Libra : nggak bisa bobo soalnya nggak bisa memutuskan besok pagi mau pakai baju apa (hmmm..bener nggak ya?)

Scorpio : nggak bisa bobo soalnya menggunakan waktu tidurnya untuk melakukan kegiatan lain yang nggak ada hubungannya dengan tidur (zodiak gw. tapi apa maksudnya yaaa???)

Sagitarius : Nggak bisa berhenti berpikir soal hal lebih baik yang bisa dilakukan selain tidur (gila! haha)

Capricorn : Sepanjang malam sibuk memikirkan strategi tidur yang lebih berkualitas (wow yang ini lucu banget! Hahaha)

Aquarius : menderita kecanduan chatting parah, sehingga menghabiskan waktu 12 jam hanya untuk chatting (parah banget ini... mata bisa rusk deh)

Pisces : nggak berani tidur karena sering diusik mimpi tentang masa lalu (kasihan juga,,,)

Bagaimana menurut Anda? Apakah sesuai dengan zodiak Anda?

16 Fakta Tentang Mimpi

0 comments
1. Sepertiga hidup kita dihabiskan untuk bermimpi
2. Dalam seluruh usia kita, kita menghabiskan 6 tahun diantaranya untuk bermimpi
3. Mimpi sama tuanya dengan sejarah manusia. Dahulu di zaman Yunan, mimpi yang mencolok dilaporkan pada Senat untuk dianlisis dan diinterpretasi
4. Setiap orang bermimpi. Setiap orang!
5. Kita bermimpi rata - rata satu sampai dua jam setiap malamnya. Da kita sering mengalami empat sampai tujuh mimpi yang berlainan dalam satu malam.
6. Orang buta juga bermimpi lho! Gambaran yang muncul dalam mimpi mereka tergantung dari apakah mereka buta sejak lahir atau buta kemudian. Tapi mimpi itu bukan cuma pengelihatan. Suara, tekstur, dan bau adalah hal yang sangat sensitif bagi tuna netra. Mimpi mereka berdasarkan ketiga indera itu.
7. Mimpi itu tidak bisa dihindarkan. Kurangnya aktivitas bermimpi menandakan kekurangan protein atau gangguan kepribadian
8. Lima menit setelah mimpi usai, setengah isinya terlupakan. Setelah sepuluh menit, 90% nya hilang dari memori.
9. Kata mimpi berasal dari bahasa Inggris Pertengahan yaitu "dreme" yang berarti "kesenangan" dan "musik".
10. Cowok kebanyakan bermimpi tentang cowok lain (emang bener ya?) dan cewek bermimpi tentang cowok sama seringnya dengan mimpi mereka tentang cewek.
11. Riset menunjukkan bahwa gelombang otak kita lebih aktif ketika kita bermimpi ketimbang saat kita terjaga.
12. Pemimpi yang terbangun setelah tahap tidur REM (Rapid Eye Movement, berlangsung 3-50 menit) sanggup mengingat mimpi mereka dengam jelas dibanding pemimpi yang tidur dari malam hingga tadi.
13. Orang yang berhenti merokok mengalami mimpi lebih panjang dan lebih intens
14. Bayi tidak bermimpi tentang diri mereka sendiri. Mereka tidak muncul dalam mimpi mereka sampai memasuki usia 3-4 tahun (lalu mereka mimpi apa ya?)
15. Kalau kamu sedang mendengkur, artinya kamu tidak sedang bermimpi
16. Mimpi buruk biasa terjadi pada anak - anak dan mulai mereka alami memasuki usia 3 tahun.

Boleh percaya, boleh tidak. Tapi disarankan, percayalah kepada Allah swat :D

Sumber : klipingan tabloid Teen sejak SMP

BELAJAR

0 comments
Selama ini kita sebagai pelajar pastinya selalu mendengar dan akrab sekali dengan kata - kata Belajar. Tapi sebenarnya apakah belajar itu? Saya akan mencoba memaparkan sedikit pengetahuan saya mengenai Belajar. Mungkin dapat menjadi informasi berguna bagi Anda yang membacanya.

Belajar merupakan salah satu aspek dalam psikologi (seperti halnya minat, intelegensi, motivasi, dll) yang diterapkan dan dikembangkan langsung dalam bidang pendidikan, dan dijadikan obyek formal disiplin Teknologi Pendidikan. Sesuai dengan adanya berbagai aliran dalam psikologi, maka pengertian dan konsep belajar juga berbeda berdasarkan perbedaan aliran tersebut:
1. Menurut aliran psikologi behaviouristic,ditekankan pada adanya perubahan perilaku seseorang yang dapat dilihat.
2. Menurut aliran psikologi cognitivistic, ditekankan pada adanya perubahan disposisi pada pikiran seseorang yang tidak seketika tampak namun mempengaruhi segala tindakannya.
3. Menurut aliran psikologi constructivistic, ditekankan pada adanya kemampuan seseorang untuk menciptakan perubahan, pemahaman, dan pengalaman baru.

Secara umum dapat dikatakan bahwa belajar adalah perubahan yang relatif menetap dan terjadi karena adanya PEMAHAMAN, PRAKTEK, dan PENGALAMAN.Belajar itu sendiri dapat merupakan penambahan (hal yang baru), pengurangan (kebiasaan salah) dan modifikasi.

Belajar itu mempunyai ciri - cirinya. Ciri - ciri belajar adalah:
a. bertambahnya jumlah pengetahuan
b. kemampuan mengingat dan reproduksi
c. menerapkan pengetahuan
d. menyimpulkan makna
e. menafsirkan dan mengkaitkan dengan realitas
f. Berubah sebagai pribadi

Beberapa pendapat para Ahli mengenai Belajar

Menurut Confusius : Apa yang saya dengar, saya lupa. Apa yang saya lihat, saya ingat. Apa yang saja kerjakan, saya pahami.


Silberman berpendapat : What I hear, I forget. What I hear dan see, I remember a little. What I see, I hear, and discuss with someone else, I begin to understand. What I hear, see, discuss and do, I acquire knowledge and skill. What I teach to another, I master.


Ada hal yang mungki menarik untuk Anda ketahui, mengenai sebesar besar presentasi orang dari mana ia belajar.
.10% dari yang dibaca
.20% dari yang didengar
.30% dari yang dilihat
.50% dari yang dilihat dan didengar
.70% dari yang dikatakan
.90% dari yang dikatakan dan dilakukan
(yang seratus 100%, saya sendiri belum mendapat kejelasannya. Saya belum sempat bertanya pada dosen saya mengenai ini. Tapi saya akan bertanya. Atau mungkin Anda ada yang tahu?)

Nah, selesai membaca uraian di atas mengenai belajar?
Jadi, sudahkan Anda belajar yang benar - benar belajar??

sumber : berbagai catatan, handout, dan segala yang dikatakan Prof. Yusufhadi Miarso, Bapak Teknologi Pendidikan Indonesia, dosen pengampu Pengantar Teknologi Pendidikan dan Landasan Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Jakarta Jurusan TP 2009... dan ditambah pemikiran pribadi dong...

Bicara Selintas tentang Teknologi Pendidikan

1 comments
Kebetulan saya kuliah mengambil jurusan Kurikulum & Teknologi Pendidikan. Dulu waktu memilih jurusan ini, ada banyak pertimbangannya. Namun setelah mencari informasi dari berbagai pihak, rupanya jurusan ini (orang - orang lebih suka menyingkatnya menjadi TP) amat sangat bagus. terutama di era yang serba canggih ini.

Apa yang terlintas dari kata Anda jika mendengar "Teknologi"? Kebanyakan orang mungkin akan menyebutkan komputer, roket, televisi, dan berbagai perangkat keras lainnya. Namun tahukan bahwa sebenarnya teknologi adalah sesuatu yang bisa mengubah sesuatu agar mempunyai nilai tambah? Dengan begitu, teknologi tentunya tidak selalu berhubungan perangkat keras atau peranti elektronik seperti itu. Benda seperti kacamata pun, termasuk teknologi. Dengan kacamata, penglihatan bisa menjadi lebih baik. Begitu juga pada era manusia purba, pakaian dari kulit yang sederhana disebut juga sebagai teknologi. Lantas, bagaimana dengan Teknologi Pendidikan?

Dari tahun ke tahun, definisi mengenai Teknologi Pendidikan selalu berubah - ubah. Alasannya karena Teknologi Pendidikan merupakan suatu disiplin ilmu yang dinamis, yang selalu berubah mengikuti lingkungan, yang selalu berusaha menjawab berbagai masalah baru yang timbul dalam dunia pendidikan.

AECT (Associaton of Educational and Communication Technolgy), salah satu organisasi internasional yang mengembangkan TP, telah mengeluarkan banyak definisi TP dari tahun ke tahun, zaman ke zaman. Namun karena saya disini menulis untuk dibaca orang banyak, maka agar tidak membingungkan, saya akan menyatakan definisi dari TP secara sederhana menurut pandangan saya sendiri, yaitu :

Teknologi Pendidikan adalah suatu upaya yang menitik beratkan proses belajar dengan lebih menyenangkan, menarik, dan efektif.


Menurut definisi AECT terbaru tahun 2008 (bisa dibaca di buku Instructional Technolgy terbitan tahun 2008, ditulis oleh Michael Molenda & Alan Januzewski), Teknologi Pendidikan mempunyai bidang atau kawasan khusus. Apa yang dimaksud dengan kawasan itu? Bidang atau kawasan adalah suatu lahan dimana para TPers (sebuatan orang - orang TP) dapat menyalurkan ilmu mereka. Kawasan TP dulu ada 5 menurut definisi AECT tahun 1994. Yaitu :
1. Development (Pengembangan)
2. Utilization (Pemanfaatan)
3. Design (Disain/Perancangan)
4. Evaluation (Penilaian)
5. Management (Pengelolaan)
Semua menyangkut proses dan sumber belajar.

Namun seiring perkembangan, definisi terbaru pun hanya terbagi menjadi 4 kawasan saja, yaitu :
1. Study & Ethical Practice (Belajar & Praktek yang didasarkan pada etika).
2. Facilitating Learning and Improving Performance (Memfasilitasi Belajar dan Peningkatan Kinerja).
3. Creating, Using, Managing (Penciptaan, Pemanfaatan, Pengelolaan).
4. Processes and Resources (Proses dan Sumber Belajar)

Definisi terbaru ini menyempurnakan definisi yang lama. Jika kita lihat sepintas, tampaknya definisi yang lama dihilangkan begitu saja. Tapi sebenarnya jika Anda jeli melihat, tidak lho! Using dan Managing sama dengan Utilization dan Management. Lalu bagaimana dengan Design, Development, dan Evaluation? Apakah hilang begitu saja?

Tentu tidak. Coba simak :
Creating. Penciptaan. Dalam penciptaan pasti mempunyai urutan - urutan prosesnya bukan? Disinilah ketiga kawasan lama yang hilang 'bersembunyi'. Dalam definisi terbaru, Design, Development, dan Evaluation dimasukkan ke dalam Creating, sebagai suatu kesatuan. Contoh sederhananya, jika kita ingin membuat CD Pembelajaran Interaktif. Pastinya kita harus mendisain konten, layout, bagaimana yang cocok, yang sesuai dengan target. Jika sudah didisain, tinggal kita mengembangkannya. Entah itu dari segi materi atau layoutnya. Jangan lupa dipikirkan sistem pendistribusian, promosi, dan marketingnya. Kita tidak langsung mempublikasikannya melainkan menguji cobanya dulu. Misalnya dengan mengujicobakannya ke beberapa sekolah. Ini masuk ke dalam tahap evaluasi. Apakah CD Pembelajaran Interaktif yang dibuat itu sudah benar - benar mencapai target? Jika sudah begitu, baru produk bisa dipasarkan dan dipublikasikan.

Lalu bagaimana dengan teknologi yang dimaksud dalam teknologi pendidikan?

Tentu saja berbagai media elektronik memang menjadi salah satunya. Contohnya dalam e-learning, yang menggunakan berbagai perangkat elektronik seperti komputer, televisi, radio, dan lain sebagainya. Atau online learning yang memanfaatkan seperangkat komputer dan jaringannya. Tapi bukan TPers sejati namanya jika hanya terpaku dengan teknologi yang seperti itu. Tugas TPers adalah menciptakan learning environment (suasana belajar) yang menyenangkan. Dan ada banyak sekali teknologinya; diantara dengan menggunakan motivasi. Misalnya sebelum Guru mulai membelajarkan Fisika kepada muridnya, Guru dapat menjelaskan terlebih dahulu manfaat dari belajar fisika dan fenomena alam yang dapat dijelaskan dengan fisika. Begitupun dengan sumber belajar. Selain buku, alam, narasumber, dlsb bisa digunakan. Guru harus bisa membangun interaksi (minimal tiga: yaitu antara Pengajar dengan Peserta Didik, Pengajar dengan Sumber Belajar, Peserta Didik dengan Sumber Belajar) agar suasana lebih hidup.

Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana sekarang cara pandang dunia pendidikan harus diubah. Sekolah bukan lagi tempat yang sekadar digunakan untuk belajar dan mencari ilmu. Namun juga harus digunakan untuk belajar bagaimana caranya belajar.

Sumber : segala handout, catatan, dari dosen pengampu Pengantar Teknologi Pendidkan, Prof. Yusufhadi Miarso, yang mana seorang Bapak Teknologi Pendidikan Indonesia, seorang TPers sejati. Merupakan suatu kehormatan besar dibelajarkan oleh Anda. Takkan terlupa kenangan ketika saya harus membaca 21 lembar berbahasa Inggris yang membahas mengenai kawasan Creating hanya dalam dua malam sekaligus membuat makalahnya untuk dipresentasikan. Takkan terlupa bagaimana Anda memarahi kami di depan kelas karena ketidaklengkapan bahan dan sumber. Namun sekali lagi terimakasih. Anda adalah dosen luar biasa. Anda membuat kami belajar bagaimana cara belajar. Terimakasih memberikan saya nilai A untuk semester ini. Senang sekali bisa diajar oleh Anda di semester 2 ini!

About me

My photo
seorang gadis mungil yang biasa - biasa saja tapi mencoba untuk survive di saat - saat yang luar biasa!
 

blog gado - gado Design by Insight © 2009