Showing posts with label resensi buku. Show all posts
Showing posts with label resensi buku. Show all posts

Feb 22, 2010

THE INHERITANCE CYLCE (SIKLUS WARISAN)

2 comments


Mungkin jika harus menyebutkan sebuah novel fantasi yang bisa menyaingi novel fenomenal The Lord of The Rings yang telah mendunia selama puluhan tahun, saya akan menyebut bahwa Inheritance Cycle termasuk salah satunya. Inheritance Cyle, atau lebih dikenal dengan tetralogi Eragon, merupakan serial yang ditulis oleh seorang pemuda Amerika bernama Christoper Paolini, yang menuliskan novel pertamanya ini di usianya yang ke-15 tahun. Sekarang usianya telah mencapai 25 tahun, dan ia sedang menggarap serial terakhir Inheritance Cycle.

Novel ini terdiri dari empat bagian, yang saling berkaitan satu sama lain. Sampai saat saya menulis ini, tiga novel telah diterbitkan dan mencapai angka penjualan yang fantastis. Walaupun belum se-booming Harry Potter, namun novel - novel ini mempunyai tempat tersendiri di hati para penggemar novel fantasi.

Saya amat sangat merekomendasikan buku ini untuk dibaca sebagai hiburan. Namun jika Anda jeli dan pintar, Anda bisa menemukan banyak pelajaran yang dapat diambil dari buku ini. Buku ini memang terkesan berat, tidak seperti Harry Potter yang ringan - ringan saja. Namun Paolini menulis dari hati sehingga buku ini begitu enak dibaca. Kalimat demi kalimat dirangkai dengan indah, dengan modern, membentuk suatu kesatuan yang memukau. Paolini dengan jenius meramu buku ini mulai dari cerita yang sangat sederhana hingga kompleks, menceritakan perjalanan Eragon (tokoh utama cerita ini) dari pemuda ABG yang polos menjadi seorang pria yang hebat dan luar biasa. Saya sendiri bisa dibilang tumbuh bersama dengan buku ini; saya pertama kali membaca buku ini di kelas 2 SMP, dan waktu itu karakter Eragon pun masih peralihan. Namun makin kesini, perubahan karakter Eragon rupanya sangat cocok dengan saya sehingga saya banyak belajar darinya.

Baiklah, tidak perlu berpanjang - panjang lagi, lebih baik saya berikan review bukunya sedikit.

Novel pertama, berjudul Eragon (bisa dilihat gambarnya). Buku ini mengisahkan kejadian - kejadian awal, yang menjadi permulaan dari berbagai peristiwa besar yang terjadi di tanah Alagaesia (setting tempat dari kisah ini). Eragon, seorang anak laki - laki berusia 16 tahun yang polos dan sederhana menjadi fokusnya. Eragon tinggal di sebuah desa kecil tersembunyi di lembah yang dinamakan Desa Carvahall. Sejak bayi, Eragon diasuh oleh Paman dan sepupunya, dan sama sekali tidak mengenal kedua orangtuanya dan masa lalunya, kecuali bahwa ibunya bernama Selena. Namun Eragon dididik menjadi seorang pemuda yang baik dan rajin. Walaupun keadaan finansialnya serba kekurangan, Eragon dan keluarganya selalu berusaha untuk jujur dan membantu orang lain. Suatu hari, Eragon menemukan sebentuk batu biru besar, dan ia membawanya pulang! Siapa sangka bahwa batu itu adalah telur naga. Seabad yang lalu pernah ada masa kejayaan dimana Alagaesia dipimpin oleh Kaum Penunggang Naga yang beranggotakan para Peri dan Manusia. Namun karena sebuah pengkhianatan, Penunggang Naga hancur dan mengalami kepunahan. Sisa - sisa kejayaan mereka hilang, para Peri bersembunyi di balik hutan dan tak pernah muncul kembali, dan masa lalu itu lambat laun dilupakan dan bahkan dianggap sebagai dongeng belaka. Alagaesia kemudian dikuasai oleh seorang tiran jahat bermana Galbatorix yang semena - semena, yang menyebut dirinya Kaisar Alagaesia. Galbatorix dulunya adalah seorang Penunggang Naga namun ia berkhianat. Setelah Penunggang Naga punah, yang tersisa hanyalah 3 telur naga. Galbatorix mengambil semua telur naga itu dan menyembunyikannya di istananya, menunggu ketiga telur itu menetas, karena ia tahu bahwa siapa yang bisa memiliki ketiga naga terakhir, akan bisa mengendalikan Alagaesia. Rupanya selama seabad itu pula terjadi pergolakan di tanah Alagaesia. Manusia pemberontalk--kaum Varden bekerja sama dengan Peri dan Kurcaci untuk mencuri telur - telur itu dan menggulingkan kekuasaan kejam Galbatorix. Namun karena kalah jumlah dan kekuatan, mereka belum bisa menggebrak Kekaisaran. Sampai suatu hari, mereka berhasil mencuri sebuah telur naga namun sayang, karena suatu tragedi, telur itu tidak pernah sampai ke tangan kaum Varden dan justru ditemukan oleh Eragon! Setelah Eragon mengetahui bahwa batu yang ia temukan adalah telur naga (dan akhirnya telur itu pun menetaskan seekor naga biru betina cantik yang dinamakan Saphira) ia pun menjadi buronan Kekaisaran. Ia harus menghadapi Ra'zac, makhluk gelap pemburu dari pihak Kekaisaran. Eragon pun harus melakukan pelarian dan meninggalkan desanya untuk bergabung dengan kaum Varden dan sekutunya. Dalam perjalannya, ia ditemani Brom si Tukang Cerita. Sepanjang perjalanan Eragon harus menghadapi bahaya maut dan kepedihan. Ia bertemu dengan Murtagh, seorang pengembara yang mempunyai dendam pribadi dengan Kekaisaran. Murtagh menjadi sahabat baik Eragon dan bahkan terasa seperti saudara sendiri. Setelah melalui petualangan mendebarkan untuk menolong Arya, Peri pejuang cantik yang ditawan Kekaisaran, kematian Brom dalam salah satu pertarungan dan pengungkapan bahwa Brom di masa lalunya adalah seorang Penunggang Naga, Eragon pun sampai ke tempat kaum Varden. Namun segalanya belum berakhir. Kekaisaran masih memburunya dan bahkan lebih dendam kepadanya. Eragon menyadari bahwa ia harus memenuhi takdirnya sebagai seorang Penunggang Naga pertama setelah kejatuhan Penunggang Naga, dan bahwa tanggung jawab membebaskan Alagaesia dari tiran jahat Galbatorix ada di tangannya.

Buku Kedua, Eragon, memiliki kisah yang mulai berkembang. Eragon digambarkan mulai dewasa karena segala peristiwa dan ujian hidup yang berat. Ia tercebur dalam situasi politik yang membingungkan. Situasinya sebagai Penunggang Naga membuatnya diburu banyak pihak. Pengkhianatan mengelilingi bagai kabut hitam sehingga Eragon harus hati - hati melangkah. Eragon juga harus menghadapi kenyataan pahit karena kematian Murtagh dalam pertempuran terakhir di Varden, dan bahwa Eragon menyandang cacat permanen yang selalu menyakitinya tanpa peringatan. Namun Eragon tidak pernah mengeluh. Di saat yang sama, Eragon harus ke tempat para Peri, di kedalaman hutan gaib Du Weldenvarden, untuk memenuhi pendidikannya sebagai seorang Penunggang Naga. Eragon bertemu dengan Peri - Peri yang indah dan menakjubkan : Islanzadi sang Ratu, Oromis Sang Kebijaksaan Duka dan naganya, Glaedr Si Cacat yang Utuh, yang rupanya menjadi satu - satunya Penunggang Naga (selain Galbatorix) yang masih hidup dan bersembunyi sampai tiba seorang Penunggang Naga baru. Eragon belajar banyak hal tentang kehidupan, seni, sihir, bahasa kuno, dan tata cara berperang. Disinilah Eragon mulai jatuh cinta terhadap Peri yang pernah ditolongnya, Arya. Namun Eragon harus mengorbankan perasannya karena tahu perasaan cintanya kepada Arya dapat mengacaukan misi besar yang diembannya. Setelah kehadiran Eragon, perang terbuka antara kaum Varden, Kurcaci, dan Peri melawan Kekaisar mulai terjadi, dan Eragon menjadi harapan terbesarnya karena kedudukannya sebagai Penunggang Naga yang tinggi (dan bahkan melebihi Raja atau Ratu); Penunggang Naga bukan sekedar ksatria namun juga penasihat, seniman, cendikia, dan penyembuh. Eragon menjadi dewasa sebelum waktunya namun sekali lagi, ia tidak pernah mengeluh. Ia mengalami banyak suka duka dan menganggap berbagai kepedihan yang harus dirasakannya sebagai tantangan. Yang menarik, dalam cerita ini fokusnya bukan hanya Eragon saja. Namun juga Roran, sepupu Eragon yang memimpin para penduduk Desa Carvahall untuk memberontak kepada Kekaisaran dan mencari kaum Varden, sekaligus untuk mencari tunangannya, Katrina, yang telah ditawan oleh para Ra'zac. Novel ini berakhir tragis. Murtagh yang selama ini dikira telah mati, ternyata masih hidup, namun ia berada dalam belenggu sihir Kekaisaran. Sebutir telur lagi telah menetas, seekor naga hitam bernama Thorn. Murtagh yang menjadi Penunggangnya, dan ia dipaksa oleh Kekaisaran untuk menjadi mesin Pemburu bagi Eragon. Lebih dari itu, Eragon menemukan fakta masa lalu memedihkan bahwa ia dan Murtagh ternyata bersaudara, putra dari Morzan, seorang Penunggang Naga pengkhianat yang menjadi kaki tangan Galbatorix. Fakta bahwa ia anak seorang pengkhianat membuatnya sedikit down dan shock, dan yang lebih memedihkan, ia menemukan bahwa ia harus melawan saudaranya sendiri, satu - satunya saudara sedarah yang ia punya... Namun waktu terus bergolak dan Eragon tidak bisa beristirahat melawan kejahatan. Lagi, ia harus berkorban.

Novel ketiga, Brisingr, menggambarkan puncak kedewasaan Eragon. Perang sudah pecah dimana - mana. Penduduk Desa Carvahall telah berhasil bergabung dengan kaum Varden. Novel ini mempunyai banyak fokus. Selain Eragon, ditonjolkan juga kisah Roran dan Nasuada, gadis yang memimpin kaum Varden. Novel ini banyak menjabarkan peperangan dengan lumayan sadis dan berdarah, namun memikat. Kisahnya sendiri mengetengahkan perjuangan Eragon untuk mencari titik lemah dan strategi persatuan untuk melawan Kekaisaran, serta cukup banyak juga fakta - fakta masa lalu Eragon yang dibeberkan. Namun harapan besar para penduduk Alagaesia terhadap Eragon masih berlanjut. Eragon selalu berada dalam titik bahaya karena seluruh pihak Kekaisaran mengancam nyawanya. Eragon harus berhati - hati dan bahkan dalam tidurnya pun ia tidak bisa tertidur dengan nyenyak. Perasaan cintanya kepada Arya kian membuatnya menderita namun sekali lagi, ia harus memendam rasa cintanya. Eragon juga harus menjaga persatuan antara para Peri, Kurcaci, dan Varden. Namun ia berysukur karena ada Nasuada. Eragon mulai menemukan berbagai pertanyaan - pertanyaan baru tentang dunia, tentang berbagai kemungkinan lain untuk mengalahkan Kekaisaran, namun pertanyaan - pertanyaan itu terlalu sulit untuk dijawabnya seorang diri. Terlebih tak ada orang yang bisa mengerti perasaan Eragon yang sebenarnya. Namun keadaan ini tidak membuatnya putus asa. Masih banyak hal membahagiakan di sekelilingnya, termasuk pernikahan sepupunya. Novel ini banyak menonjolkan berbagai kepedihan tapi juga kebahagiaan, sehingga sangat menyenangkan untuk dibaca. Tapi lagi - lagi, novel ini berakhir dengan tragis, yaitu kematian Oromis, yang selama ini menjadi guru Eragon...

Nah, itu dia. Masih ada buku ke-empat yang belum terbit. Dan buku terakhir. Sudah pasti segala misteri yang ada di buku satu sampai buku tiga akan terjawab. Yang paling membuat penasaran adalah : misteri tentang ramalan Eragon: bahwa Eragon akan pergi dari Alagaesia dan tak pernah kembali lagi kesana. Kemana Eragon akan pergi, tidak ada yang tahu. Lalu kisah cintanya dengan Arya, apakah berkembang? Masih banyak lagi misteri - misteri yang tampaknya akan terjawab di buku ke-empat.

Satu hal yang menarik bagi saya, adalah bahwa penggambaran karakter. Setiap karakter yang diciptakan oleh Paolini unik, menarik, sangat kuat, namun juga sangat manusiawi. Tampaknya Paolini juga tipe pria yang menghormati wanita, karena dalam novel ini, Paolini banyak mengedepankan karakter wanita yang kuat. Misalnya saja Arya. Ia seorang Putri Peri, pewaris tahta Kerajaan Peri. Namun dia wanita pejuang yang kuat, tak takut akan sakit, bebas, berani, namun di lain pihak ia juga penuh kelembutan dan perasaan seorang wanita. Islanzadi, Ratu Peri yang digambarkan secantik matahari dan seanggun bulan, wanita yang kuat bagai baja dan tak gentar di medan Perang, kebijaksaannya bagaikan sumur ilmu pengetahuan. Namun karakter wanita favorit saya adalah Nasuada. Nasuada masih sangat muda, namun ia pemberani. Ia menjadi pemimpin Kaum Varden dan bisa mempersatukan berbagai ras manusia dan ras non-manusia. Nasuada terbiasa hidup keras sejak kecil, ia pintar menyangkut soal mempertahkan diri, adil, berani seperti pria, tak gentar, cerdas dalam strategi, dan rela berkorban. Satu hal lagi, Nasuada adalah seorang pekerja keras. Namun dibalik semua itu, Nasuada tetap anggun, lembut, ramah, dan tawanya selalu bisa menghangatkan. Ia sahabat baik Eragon dan selalu bisa tersenyum di tengah rakyatnya walaupun kepedihan selalu menghampirinya. Saya ingin bisa seperti Nasuada...

Oh ya, satu lagi yang unik dari novel ini adalah, bagaimana dengan cerdas, Paolini membentuk karakter Galbatorix sejak awal, padahal Galbatorix bisa dibilang sangat amat jarang sekali muncul. Kemunculan Galbatorix yang pertama adalah di bagian akhir buku ke-3.

Begitulah. Novel ini sangat saya rekomendasikan untuk dibaca. Nikmatilah novel ini, dan ambil pelajaran - pelajaran kehidupan dari novel ini!

Jan 27, 2010

Century : kisah petualangan menerjang dimensi waktu

0 comments

Kekayaan imajinasi Sarah Singleton membuahkan banyak novel yang memenangkan penghargaan. Yang sudah terbit di Indonesia adalah Century dan Heretic. Berhubung saya belum membaca novel yang berjudul Heretic, maka saya akan meresensi novel Century dulu.

Jalan cerita : Seorang gadis bernama Mercy Verga dan adiknya, Charity tinggal di dunia yang serba berkebalikan : malam adalah siang dan siang adalah malam, sementara musim dingin tak pernah usai. Mereka hidup menyendiri di sebuah mansion besar yang diberi nama Century bersama pengasuh mereka Galatea dan juru masak, Aurelia. Tak lupa ayah mereka, Trajan, yang jarang sekali terlihat di rumah itu.Mereka berdua tidak pernah merasa heran dengan kehidupan yang aneh itu sampai suatu hari Mercy bangun dan menemukan bunga snowdrop, pertanda musim semi, di atas bantalnya di tempat tidur. Mercy mulai terusik dan mulai bertanya - tanya mengapa mereka tidur di siang hari, mengapa Century sangat sepi dan suram, dan mengapa mereka tidak pernah mengingat ibu mereka. Trajan mengatakan bahwa ibu mereka telah meninggal dulu sekali, namun betapa anehnya bahwa tak ada satupun kenangan yang tertinggal akan ibu mereka. Pertemuan Mercy yang aneh dengan pemuda bernama Claudius yang muncul dan menghilang dengan tiba - tiba membawanya berpetualang menembus dimensi waktu. Namun ini tidak mudah, karena Trajan ayahnya dan Galatea pengasuhnya menghalangi Mercy untuk melanjutkan perjalanannya. Namun pada akhirnya, Mercy harus mengetahui rahasia kelam keluarganya di masa lalu, yang membuat mereka terkurung dalam kehidupan yang aneh dan serba terbalik.

Tipe kisah ini adalah kisah yang suram,gelap,dan sedikit bernuansa horor dan gothic. Latar waktu dalam cerita ini tidak disebutkan secara spesifik, tapi tampaknya sekitar abad pertengahan. Mercy digambarkan sebagai anak pendiam, yang mempunyai kemampuan dapat 'melihat' yang sudah mati. Terbukti kemampuan ini dapat membantunya menyelesaikan misinya untuk mengetahui siapa ibunya sebenarnya. Sebaliknya, Charity adiknya, digambarkan sebagai gadis yang lebih manja, lebih aktif, namun tidak seberani Mercy untuk menentang ayah dan pengasuhnya.

Singleton dengan luar biasa menggambarkan perjalanan dan peta waktu yang harus dilalui Mercy. Begitu juga dengan kisah tragis keluarga Verga, dan fakta bahwa sebenarnya keluarga Verga adalah keluarga yang memiliki kekuatan khusus. Novel ini cukup membuat jantung berdebar dan otak berpikir. Suasana gelap dan suram, tokoh - tokoh yang misterius, membawa kita menjelajahi ruang dan waktu yang berbeda. Singleton menggambarkan waktu sebagai sesuatu yang bisa di "freeze" dan dihilangkan, dan bagaimana obsesi seseorang terhadap cinta bisa membawa malapetaka.

Novel ini secara keseluruhan sangat bagus. Namun seperti layaknya kisah novel fiksi, akhir cerita ini pun "happy ending". Namun patut diperhitungkan, karena novel ini memenangkan beberapa penghargaan seperti Booktrust Teen Award dan Children of The Night of Gothic Novel di tahun 2005. Novel - novel Singleton dibuat untuk remaja dan anak - anak, dan sangat kental akan unsur gothic, horor, yang melibatkan dunia lain yang gelap dan misteri serta rahasia - rahasia yang kelam. Sayang hanya dua novelnya yang baru diterbitkan di Indonesia. Padahal setidaknya ia telah mengarang 8 buah novel. Novel teranyarnya adalah The Island, yang rencananya akan terbit di bulan April 2010.

sumber : http://unitedagents.co.uk/sarah-singleton DAN pendapat pribadi

The Book of Lost Things : dongeng klasik yang diubah di sana - sini

0 comments

Pasti Anda semua tahu dongeng klasik anak - anak seperti Snow White and The Seven Dwarfs, Rumplestilskin, Si Kerudung Merah, Putri Tidur, Hensel & Gretel. Ya, sudah tidak asing lagi bukan? Dongeng anak - anak yang tipikalnya berakhir dengan bahagia : "happily ever after" dimana tokoh antagonis selalu menemui kehancuran dan balasan yang setimpal.

Namun bagaimana jika dongeng - dongeng itu diubah sama sekali? Bahwa Snow White sebenarnya adalah gadis yang sangat menyebalkan, Si Kerudung Merah sebenarnya adalah ibu dari para manusia serigala, Putri Tidur sebenarnya adalah penyihir haus darah para perjaka, dan Hensel & Gretel tidak pernah pulang ke rumah mereka di desa?

John Connolly dengan cerdas melakukan itu semua, sekaligus membuat sebuah cerita yang sebenarnya lebih cocok untuk orang dewasa, namun tokoh utamanya sendiri adalah seorang anak kecil. Ide - ide segar itu dituangkan Connolly dalam novel perdananya, The Book of Lost Thing (Kitab Tentang yang Telah Hilang).

Jalan ceritanya sendiri sangat mendebarkan; sebuah kisah petualangan yang penuh kejutan.Novel ini menceritakan tentang David, seorang anak kecil yang merasa kecewa dengan ibu dan adik tirinya, kemudian terdampar di sebuah negeri aneh yang penuh makhluk mengerikan. Dibantu oleh sang Penebang Kayu, David bermaksud untuk mencari jalan pulang ke dunianya sendiri. Namun apa daya, dalam salah satu petualangannya, David harus kehilangan sang Penebang Kayu sehingga ia harus meneruskannya perjalannya sendiri. David harus melewati berbagai bahaya yang menantang maut sampai akhirnya ia berhasil menemukan misteri dibalik negeri yang aneh itu.

John Connolly membuat cerita ini bernuansa gelap dan suram, dalam kadar yang sangat 'pas'. Padanan kata yang dipilih Connolly sederhana namun juga begitu indah, sehingga enak untuk dibaca. Connolly membawa kita semua masuk ke sebuah negeri antah berantah dimana makhluk - makhluk kejam hidup dan bebas; monster pemakan daging, Pemburu kejam yang gemar bereksperimen dan melakukan mutilasi, manusia serigala, dan Putri Tidur yang haus akan darah para prajurit.

Yang menjadi nilai tambah disini adalah bagaimana Connolly membuat karakter David, sang anak, begitu kuat. Dan bagaimana ia membuat dongeng klasik anak - anak menjadi mimpi buruk. Connolly dengan cerdas membangun misteri dari gaya berceritanya, dan membuat akhir yang tak terduga.

Mungkin yang menjadi sedikit kekurangan terhadap buku ini adalah kekejaman yang ditampilkan Connolly yang mungkin agak sedikit menggangu.

Namun secara umum, novel ini cocok untuk Anda yang mencari bacaan yang beda, mendebarkan, dan penuh dengan petualangan tak terduga.

About me

My photo
seorang gadis mungil yang biasa - biasa saja tapi mencoba untuk survive di saat - saat yang luar biasa!
 

blog gado - gado Design by Insight © 2009