Jan 28, 2010

Blood Diamond : potret pilu benua hitam

0 comments

Saya sangat menyukai film - film yang dibintangi Leonardo DiCaprio. Alasannya,film - film Leonardo selalu bagus dan nggak 'ngasal'. Bahkan film pertamanya Leo waktu umurnya masih (aduh berapa ya... lupa, 14 tahun klo nggak salah) What's Eating Gilbert's Grape pun dinilai bagus (walau belom nonton. susah nyari filmnya). Nah, film Blood Diamond ini adalah film Leo yang ke (ke berapa ya... pokoknya banyak deh! hehe)dan saya suka banget sama film ini. Soalnya film ini gabungan antara action, adventure, drama, ada sedikit cinta - cintaannya, sekaligus bikin kita tahu suasana menyedihkan yang ada di Sierra-Leone, suatu negara di Afrika, salah satu penghasil berlian, namun sayang daerah ini adalah daerah konflik..

Jadi beginilah: film ini disutradarai oleh Edward Zwick, yang sebelumnya pernah menyutradarai film The Last Samurai dan sukses membawa film itu ke kancan Academy Award dan Golden Globe Award. Jadi, nggak perlu diragukan lagi kualitas dari sutradara ini. Pemeran utama jelas Leonardo DiCaprio yang kemampuan aktingnya jangan ditanya lagi. Leonardo berperan sebagai Danny Archer, yang jadi tentara bayaran seorang kolonel (lupa namanya, klo gak salah kol. Coetzee deh) tapi sekaligus juga penyelundup berlian - berlian dari Sierra-Leone. Ada juga si cantik Jennifer Connolly (A Beautiful Mind, Dark Water, Hulk, dll) berperan sebagai Maddy, seorang jurnalis yang sedang mencari berita dan bukti bahwa sebuah perusahaan berlian besar (van der kaap kalo gak salah nama perusahaannya) menggunakan berlian selundupan. Tokoh lain yang tak kalah penting, adalah Solomon (diperankan oleh Djimon Honsou (Eragon, Stargate)) seorang Afrika asli yang menjadi korban konflik di Sierra Leone.

Jalan cerita :
Dikisahkan, di Sierra-Leone ada sekelompok pemberontak yang menamakan dirinya RUF (Revolutionary United Front) yang membelot dari pemerintah dan gemar membantai desa - desa di Sierra-Leone, dan memperbudak korban - korbannya sebagai pencari berlian illegal untuk kemudian hasilnya dipergunakan untuk membeli senjata. Nah kesemena - menaan geng RUF ini membuat seorang pria bernama Solomon berpisah dari istri dan anaknya, dan harus menjalani hidup baru sebagai budak pencari berlian untuk RUF. Tapi suatu hari, tidak sengaja Solomon menemukan sebuah berlian besar merah muda! Solomon pun berpikir untuk mengambil berlian itu diam - diam. Saat waktunya tepat, Solomon pun berhasil mengambil berlian itu dan menguburkannya di tanah. Tapi sial, ada anggota RUF yang memergokinya. Waktu Solomon mau dibunuh, Alhamdulillah tiba - tiba dateng polisi pemerintah. Akhirnya pada kalang kabut semua. Banyak anggota RUF yang tertangkap, mati, tapi banyak juga yang berhasil kabur. Solomon selamat, namun ia harus dipenjara karena disangka salah satu orang RUF.

Di lain pihak, Danny Archer, seorang tentara bayaran sekaligus penyelundup berlian, ingin membebaskan diri dari belenggu majikannya (Kol. Coetzee). Untuk bebas, Danny harus mendapatkan berlian merah muda yang ukurannya besar dan sangat langka. Pada suatu hari, Danny tertangkap oleh polisi saat menyelundupkan berlian, lalu dia pun dipenjara. Di penjara inilah Danny Archer bertemu dengan Solomon, dan disana pula ia mendengar bahwa Solomon tahu dimana berlian merah muda itu. Danny pun ingin memanfaatkan Solomon untuk menjadi pemandunya dalam mencari berlian, dengan imbalan membebaskan keluarga Solomon dari jebakan RUF. Solomon enggan, namun karena rasa cintanya yang besar terhadap keluarganya, ia pun setuju. Mereka berdua akhirnya dibebaskan dengan jaminan dari kawan Archer. Lalu mereka pun bertemu dengan Maddy, seorang jurnalis wanita yang berani yang ingin mengungkap penyelundupan berlian illegal yang dilakukan oleh suatu perusahaan berlian. Maddy pun ingin memanfaatkan Danny, yang sudah expert dan tahu banyak soal penyelundupan berlian, sebagai sumber. Tadinya Danny tidak mau, namun Maddy terus memaksa. Akhirnya suatu hari ditengah konflik berdarah di tengah kota Sierra-Leone, mereka pun dipertemukan dan akhirnya melakukan perjalanan bersama - sama namun dengan tujuan masing - masing : Danny ingin memiliki berlian merah muda untuk membebaskan dirinya sendiri dari majikannya, Solomon ingin bertemu kembali dengan keluarganya, dan Maddy ingin mencari sumber berita. Mereka pun bertemu banyak rintangan di perjalanan; harus menghadapi kawanan RUF yang kejam, menyelamatkan diri dari konflik berdarah, dan menghadapi suku pedalaman di Afrika.

Film ini sangat bagus. Jalan ceritanya menyentuh. Namun begitu banyak sekali adegan yang cukup sadis dan munculnya secara mendadak. Juga ada banyak sekali adegan laga penuh tembak - tembakan, kebut - kebutan, pembunuhan, dan darah. Film ini juga membuat kita sadar tentang kehidupan keras di Afrika. Ironis sekali bahwa negeri kaya seperti Sierra-Leone, penduduknya justru diperbudak untuk mengambil berlian di tanah sendiri dan tidak bisa menggunakan kekayaan alam di tanah mereka sendiri dengan bebas. Banyak pihak yang tergiur dan akhirnya memburu berlian - berlian di Sierra-Leone, dan diselundupkan. Anak - anak pun menjadi korban dan diajarkan cara membunuh, sementara wanita - wanita diperlakukan semena - mena. Perang saudara yang terjadi di Sierra-Leone digambarkan secara eksplisit dengan adegan yang tidak dibuat - buat.

Akting Leonardo DiCaprio di film ini sangat brillian. Ia pun mendapatkan nominasi Oscar sebagai Best Actor in Leading Role. Yang lebih gila, di ajang yang sama di tahun yang sama, Leonardo mendapat dua nominasi sebagai Best Actor in Leading Role untuk film ini dan film The Departed!

Jan 27, 2010

euforia 17an waktu SMA dulu

0 comments
Waktu SMA dulu saya adalah seorang anak paskibra. Dan saya bangga akan hal itu. Why kenapa? Karena paskibra membuat saya disiplin (hingga sekarang) dan gampang bersosialisasi. Nilai plusnya, baju PDU paskibra keren - keren!hehehe

Salah satu kesibukan anak paskibra biasanya dimulai saat akan diadakan 17an. Begitu pula dengan paskibra 53 waktu itu. Anggotanya dari anak kelas 1,2,3 dikumpulkan 2 bulan sebelum 17an, untuk di briefing. SMA saya selalu dapet undangan untuk jadi petugas di kelurahan. Tapiiii... orang yang tugas di kelurahan biasa dianggap sebagai 'divisi 2' sedangkan yang di sekolah 'divisi 1' dan semua pengen banget bisa main di 'divisi 1'. Ada seleksinya. Biasanya diseleksi melalui sikap sempurna, gerakan, pandangan mata, dan kesempurnaan gerakan (hiperclip, belok, dll). Alhamdulillah, waktu kelas 1 saya kepilih masuk jadi pasukan pengibar di 'divisi satu'. Nah, saat itu pas saya kelas 2 saya juga nggak mau kalah dari anak kelas 1! Kalo bisa saya masuk 'divisi 1' lagi, masuk ke pasukan pengibar lagi (walau saya tahu saya pasti jadi 'kalkulator' di pojok belakang kiri karena ukuran tubuh saya yang nggak memungkinkan).

Jadi, siang hari itu, ijin nggak masuk pelajaran, kita pun dijemur di tengah badai matahari (bohong deh, nggak segitu juga. lebay). Kita dibarisin dan mulai diberikan berbagai aba - aba, mulai dari dua belas gerakan dasar, sampai gerakan variasi. Udah gitu kita didiemin lama di tengah lapangan. Gileee... keringet udah netes dimana - mana, tapi badan mesti sekaku patung dan setegap TNI. mata nggak boleh 'belanja' dan harus senantiasa menatap lurus ke depan, pun sampai kepalan tangan pun mesti kaku sekaku - kakunya.

Muka cowok harus segarang mungkin. Muka cewek harus senyum tebar pesona dikit tapi nggak boleh sampai keliatan gigi.

Nah, lagi berdiri diam seperti patung, menghadap ke tiang bendera. Tiba - tiba dari belakang... BUAAAAKKK!!! aduuuuhhh... untung saya masih konsentrasi. Dari belakang dipukulin tangan dan lengannya. Untung saya konsentasi jadi tangan saya cuma gerak sedikit aja. Sakit juga siiiih... nyeri... tapi saya berusaha untuk tidak menampilkan ekspresi kaget ataupun sakit di wajah saya. Walau saya sempat mendengar suara orang - orang di belakang yang kaget. Ada juga tes suara, buat jadi pembaca undang - undang, danton, dan pemimpin upacara. Sebenarnya saya juga tergoda buat jadi pemimpin upacara. Alasannya: bisa diliat banyak orang. hahaha (nggak banget ya. emang dasar narsis!)

Setelah penjemuran kembali, di sore hari kita diistirahatkan. Dan saat itu kakak - kakak pembina kembali menjadi amat ramah dan gokil. Tapi itulah saat paling mendebarkan. Di divisi mana saya akan masuk????

Saya nggak berharap yang muluk - muluk. Soal suara jadi danton & pemimpin upacara, tandingannya berat yaitu Ukay dan PW. Jadi syukur Alhamdulillah deh, kalo bisa masuk pasukan. Untuk posisi paling bergengsi yaitu pemegang baki bendera biasanya dipegang oleh anak kelas 3.

Namun akhirnya, setelah diumumkan, saya masuk divisi 1 lagi!!! tapi ternyata tahun ini bukan saya yang badannya paling kecil. Sehingga posisi saya agak berubah, jadi di tengah - tengah (walaupun tetap paling belakang). Keesokan harinya, saya pun ke sekolah dengan semangat full power!!!

Karena ada latihan, harus bawa alat latihan dengan lengkap : handuk good morning, gesper, baju hitam, sepatu pantofel. Nah, ini adegan yang agak sedikit konyol khas saya. Pagi - pagi sebelum berangkat, saya menyadari bahwa saya juga mesti membawa baju olah raga karena ada mata pelajaran itu. Waddduhhh... bakalan berat ini barang bawaan. Akhirnya saya pun memutuskan untuk langsung pake sepatu pantofel aja dari rumah (Walau bikin kaki kaku). Dengan teramat bodoh saya tidak sadar kalo olahraga sama sekali susah dilakukan kalo pake sepatu pantofel.

Jadi begitulah. Saat jam pertama, saya baru sadar kalo saya pake sepatu pantofel yang nggak mungkin bisa dipake olahraga!!! Maannn,,, inilah salah satu bukti keserampangan dan kesleboran saya. Saya segera berpikir cepat dan segera berlari ke kelas sahabat saya yaitu Wishe Tara Permata Sari, yang sudah sangat tahu tabiat kesleboran saya yang tiba - tiba. Mana lagi ada pelajaran di kelas dia. Trus saya muncul di depan kelas, minta ijin masuk dan pastinya tampak aneh dengan setelan baju olahraga dan sepatu pantofel (sama sekali nggak nyambung) lalu tanpa memberi penjelasan lebih lanjut, minta wishe segera melepas sepatunya lalu saya pun lari keluar dengan tak lupa minta ijin yang terburu - buru kepada guru yang mengajar di kelas. Waktu saya pake sepatunya, ternyata kebesaran!!! Yah, tapi mau gimana lagi. Daripada main basket pake sepatu pantofel kan. Kejadian ini berakhir dengan wishe dengan kaki terpicang - pincang masuk ke kelas gw di jam istirahat sambil bilang : "gila nih sepatu sempit banget!!!" hahaha

Cukup.

Nah, kembali lagi dijemur di sore hari (Alhamdulillah). Latihan pun dimulai! Nah, entah kenapa pas latian yang bawa baki salah mulu. Jalannya nggak lurus gitu. Pas ditanya sama kakaknya kenapa, eh ternyata dia gugup paling depan. Emang kalo pemegang baki posisinya paling mantep deh. Paling depan, sendiri (lebih depan daripada danton!) pakaiannya PDU 1 dengan tambahan lencana khusus. Jadi pusat perhatian semua orang! Wow! Kalo yang nggak biasa tampil, mungkin susah kali buat jadi pemegang baki.

Akhirnya terjadi perombakan. Kakak pembina bertanya siapa yang bersedia jadi pemegang baki? belom sempet saya jawab saya mau (tapi malu) jadi pemegang baki, anak - anak udah nyebut nama saya kayak paduan suara. Terus saja jadi nggak enak juga sih kok tiba - tiba jadi gitu. Tapiii... ya sudah karena ini yang memang saya inginkan, saya pun dengan gembira menerima ini (walau sedikit tersipu - sipu. hehehehe).

Tapi kemudian saya baru ngerasain emang gak enak jadi pemegang baki! Asik emang, menjadi yang terdepan, tapiiii... yaampun berat bakinya itu lho, minta ampun deeeeh!!!

Hari pertama megang baki, sumpah saya langsung terkena kram - kram lengan stadium 1. Bayangin aja... latian banyak salah, diulang - diulang, dan saya harus tetap memegang baki yang terbuat dari kayu entah apa seberat lima kilo hanya dengan kedua tangan yang harus tetap lurus di depan dan nggak boleh berubah posisisnya??

Semalaman saya nggak bisa tidur saking kram - kram itu tangan. Beeeuhhh manttapp banget kram nya, mana dua tangan lagi. Keesokan harinya saya jadi nggak mood buat latihan. Tapi sudah diamanahkan, jadi saya jaga amanah.

Tapi rupanya kakak - kakak pembina saja terlampau kejam hari itu. Hari - hari awal saya masih tahan dengan baki kosong. lalu hari - hari selanjutnya mereka mulai menaruh berbagai macam barang; helm (ini yang paliiiing parah), tas (yang isinya setumpuk buku. parah juga), dan tumpukan baju. "Anggap aja ini benderanya" (perasaan bendera nggak seberat helm deh,)dan mereka bilang, semakin kuat menanggung berat, semakin bagus (disangka saya ini kuli angkut???!!). Selama latihan saya panas dingin, dan selepas latihan sakitnya luar biasa sekujur lengan. Sampai suatu hari saya nggak tahan lagi lalu saya NANGIS...

emang sih nggak nangis terang - terangan. Saya menolak waktu tuh baki mau ditaroin helm lagi. Trus akhirnya keluar air mata deh... terus kakak - kakaknya langsung pada sadar kali saat itu kalo mereka selama ini kejam (padahal aslinya gila dan sama sekali nggak kejam sih), terus saya langsung dikasih permen lolipop, dikasih minum, bahkan nawarin buat dipijitin. Terus gara - garanya saya langsung jadi ketawa deh. abis mereka kayak kelimpungan ngurusin anak bayi yang nangis. hahaha

Latian berlanjut (dan tanpa beban tambahan apapun di atas baki). Karena anak - anak cewek mulai cemberut, latian pun diharuskan untuk menggulum daun (saya juga kena), kak khafi sempet nyaranin buat disuruh megang bata biar tangannya nggak belanja tapi karena nyari bata sebanyak itu susah, jadi batal (syukur Alhamdulillah).

Euforia terus berlanjut. Malam tujuh belasan nginep di sekolah. Curhat, sharing, asik deh pokoknya! Keesokan paginya, dengan gembira saya memakai pakaian kebesaran yaitu PDU 1 untuk pertama kalinya, tak lupa dengan gelar di bahu kanan kiri, lencana, badge bordir, dan pin - pin kebesaran. Wow! ini pertama kalinya pakai PDU 1 setelah tahun lalu PDU 2!

Tapi karena kecerobohan saya (aduhhh pengen banget nggak ceroboh lagi) semua dokumentasi yang ada di hp nggak sengaja ke format jadi nggak ada kenang - kenangan deh :(

Tapi yang penting, sukses! Gak ada acara bendera kebalik (yang paling parah) atau saya yang tiba - tiba pingsan karena keberatan bawa baki (salah satu mimpi buruk saya). Dan alangkah baiknya, saat saya udah gemeteran di depan peserta upacara sekitar 30an menit lebih memegang baki, kak Aidil datang menghampiri dan mengambil baki dari tangan saya. Waaaaahhh... syukur Alhamdulillah, bisa sikap sempurna. Lumayan daripada megang baki lurus di depan!

Yang paling mengasyikkan setelah euforia latian dan upacara 17 selesai adalah, kita sharing, gila - gilaan, borong isi kantin, ketawa - ketiwi bareng semua senior paskib dan kakak pembina (walau sebelumnya sempet disiram air seember yang sudah jadi tradisi), dan tak lupa: menyanyikan MARS PASKIBRA 53 diiringi Formasi Bintang Variasi. Cihuuuyyyy!!!

Paskibra 53 berjiwa Satria.Tidak pernah mengenal keluh kesah. Apapun rintangan selalu dihadapi. Maju pantang mundur itulah semboyannya! Hidup - hidup Paskibra 53 tempat kita ditempa! Hidup - hidup Paskibra 53 tempat kita ditempa! Jaya!!!

Little Miss Sunshine

0 comments

Ada suatu film yang cukup menggelitik dan cukup membekas di hati saya. Judulnya Little Miss Sunshine. Film ini saya tonton waktu saya kelas 2 SMA, dan sampai sekarang, saya masih mengingat film itu karena ceritanya yang lucu dan segar.

Pertama, saya ingin memberikan basic information dulu mengenai film ini; disutradarai oleh dua Jonathan Dayton dan Valeria Faris, penulis naskah Michael Arndt. Deretan Artis yang membintangi film ini cukup terkenal. Diantaranya Greg Kinnear (Stuck on You), Steve Carell (Evan Almighty), Toni Collette (saya lupa dia pernah main film apa saja, Paul Dano (There Will Be Blood) dan tak lupa sebagai calon Miss Sunshine adalah Abigail Breslin, anak berusia (...ummm berusia berapa ya? kalo nggak salah 10 atau 12 tahun? maaf saya lupa!) yang gara - gara penampilannya di film ini mendapatkan nominasi di ajang Academy Award sebagai Best Supporting Actress (keren banget yaaa). Setelah film ini Breslin yang pernah muncul di berbagai film lain (diantaranya Signs, No Reservations) mulai mendapat perhatian sehingga sering muncul di film - film box office seperti My Sister's Keeper, Nim's Island, dll.

Cukup sudah.
Lalu bagaimana dengan kisah filmnya sendiri?

Film drama komedi keluarga ini mengisahkan tentang perjalanan sebuah keluarga (keluarga Hoover tepatnya) sebuah keluarga dari Albueqerque (bener nggak sih tulisannya?) yang mengantar anak bungsu, Olive Hoover (diperankan oleh Breslin) ke pemilihan Little Miss Sunshine, sejenis Miss Universe anak - anak, di Los Angeles. Keluarga Hoover sendiri sebenarnya keluarga yang 'beraneka ragam'. Ada sang ayah yang klo nggak salah seorang motivator yang gagal, ibunya ibu rumah tangga biasa, putra pertama yang udah melakukan sumpah diam selama tiga tahun dan akan terus sumpah diam kalo belom masuk Angkatan Udara, ada juga seorang paman yang homo dan mencoba bunuh diri tapi gagal. Yang paling kacau adalah seorang kakek yang hobinya ngeganja, godain cewek, dan bokep banget. hahaha.

Sepanjang perjalanan banyak petualangan macem - macem. Mulai dari kakeknya yang meninggal gara - gara over dosis (dan mayatnya dibawa kabur sama keluarga Hoover karena kepengurusannya lama), pamannya yang mau bunuh diri gara - gara ketemu mantan pacarnya (yang homo juga), dan sang kakak yang ngamuk luar biasa saat ketahuan buta warna (bayangin, udah nggak pernah ngomong sama sekali selama 3 tahun, sumpahnya buat jadi AD, tapi ternyata ketauan buta warna! Dan kata pertama yang keluar adalah f**k). Klimaksnya adalah kekacauan di pemilihan Little Miss Sunshine!

Film ini ngena banget. Keluarga banget, manusiawi, nggak neko - neko, dan ceritanya keseharian dan simple aja. Disini juga keliatan kekuatan cinta sebuah keluarga.

Adegan paling menyentuh bagi saya yaitu adegan dimana mereka harus mendorong mobil combi tua kuning mereka karena kopling 1 & 2 nya rusak. Lucu, sederhana, tapi menyentuh! Adegan yang kekeluargaan banget deh! Adegan yang keluarga banget juga menurut saya pas adegan bawa kabur mayat kakeknya dari RS, dan waktu mereka joget bareng di pemilihan Litte Miss Sunshine.

2 thumbs up for this film!
Must see film nih!
Dijamin ngakak, terharu juga.
Film ini juga dapet empat nominasi Piala Oscar, termasuk Best Picture, dan menang dua untuk Best Original Screenplay (Michael Arndt) dan Best Supporting Actor (Alan Larkin, kakeknya, yang menurut saya karakter yang paling kocak dan 'gila!').

Boleh dicoba tonton!

Century : kisah petualangan menerjang dimensi waktu

0 comments

Kekayaan imajinasi Sarah Singleton membuahkan banyak novel yang memenangkan penghargaan. Yang sudah terbit di Indonesia adalah Century dan Heretic. Berhubung saya belum membaca novel yang berjudul Heretic, maka saya akan meresensi novel Century dulu.

Jalan cerita : Seorang gadis bernama Mercy Verga dan adiknya, Charity tinggal di dunia yang serba berkebalikan : malam adalah siang dan siang adalah malam, sementara musim dingin tak pernah usai. Mereka hidup menyendiri di sebuah mansion besar yang diberi nama Century bersama pengasuh mereka Galatea dan juru masak, Aurelia. Tak lupa ayah mereka, Trajan, yang jarang sekali terlihat di rumah itu.Mereka berdua tidak pernah merasa heran dengan kehidupan yang aneh itu sampai suatu hari Mercy bangun dan menemukan bunga snowdrop, pertanda musim semi, di atas bantalnya di tempat tidur. Mercy mulai terusik dan mulai bertanya - tanya mengapa mereka tidur di siang hari, mengapa Century sangat sepi dan suram, dan mengapa mereka tidak pernah mengingat ibu mereka. Trajan mengatakan bahwa ibu mereka telah meninggal dulu sekali, namun betapa anehnya bahwa tak ada satupun kenangan yang tertinggal akan ibu mereka. Pertemuan Mercy yang aneh dengan pemuda bernama Claudius yang muncul dan menghilang dengan tiba - tiba membawanya berpetualang menembus dimensi waktu. Namun ini tidak mudah, karena Trajan ayahnya dan Galatea pengasuhnya menghalangi Mercy untuk melanjutkan perjalanannya. Namun pada akhirnya, Mercy harus mengetahui rahasia kelam keluarganya di masa lalu, yang membuat mereka terkurung dalam kehidupan yang aneh dan serba terbalik.

Tipe kisah ini adalah kisah yang suram,gelap,dan sedikit bernuansa horor dan gothic. Latar waktu dalam cerita ini tidak disebutkan secara spesifik, tapi tampaknya sekitar abad pertengahan. Mercy digambarkan sebagai anak pendiam, yang mempunyai kemampuan dapat 'melihat' yang sudah mati. Terbukti kemampuan ini dapat membantunya menyelesaikan misinya untuk mengetahui siapa ibunya sebenarnya. Sebaliknya, Charity adiknya, digambarkan sebagai gadis yang lebih manja, lebih aktif, namun tidak seberani Mercy untuk menentang ayah dan pengasuhnya.

Singleton dengan luar biasa menggambarkan perjalanan dan peta waktu yang harus dilalui Mercy. Begitu juga dengan kisah tragis keluarga Verga, dan fakta bahwa sebenarnya keluarga Verga adalah keluarga yang memiliki kekuatan khusus. Novel ini cukup membuat jantung berdebar dan otak berpikir. Suasana gelap dan suram, tokoh - tokoh yang misterius, membawa kita menjelajahi ruang dan waktu yang berbeda. Singleton menggambarkan waktu sebagai sesuatu yang bisa di "freeze" dan dihilangkan, dan bagaimana obsesi seseorang terhadap cinta bisa membawa malapetaka.

Novel ini secara keseluruhan sangat bagus. Namun seperti layaknya kisah novel fiksi, akhir cerita ini pun "happy ending". Namun patut diperhitungkan, karena novel ini memenangkan beberapa penghargaan seperti Booktrust Teen Award dan Children of The Night of Gothic Novel di tahun 2005. Novel - novel Singleton dibuat untuk remaja dan anak - anak, dan sangat kental akan unsur gothic, horor, yang melibatkan dunia lain yang gelap dan misteri serta rahasia - rahasia yang kelam. Sayang hanya dua novelnya yang baru diterbitkan di Indonesia. Padahal setidaknya ia telah mengarang 8 buah novel. Novel teranyarnya adalah The Island, yang rencananya akan terbit di bulan April 2010.

sumber : http://unitedagents.co.uk/sarah-singleton DAN pendapat pribadi

The Book of Lost Things : dongeng klasik yang diubah di sana - sini

0 comments

Pasti Anda semua tahu dongeng klasik anak - anak seperti Snow White and The Seven Dwarfs, Rumplestilskin, Si Kerudung Merah, Putri Tidur, Hensel & Gretel. Ya, sudah tidak asing lagi bukan? Dongeng anak - anak yang tipikalnya berakhir dengan bahagia : "happily ever after" dimana tokoh antagonis selalu menemui kehancuran dan balasan yang setimpal.

Namun bagaimana jika dongeng - dongeng itu diubah sama sekali? Bahwa Snow White sebenarnya adalah gadis yang sangat menyebalkan, Si Kerudung Merah sebenarnya adalah ibu dari para manusia serigala, Putri Tidur sebenarnya adalah penyihir haus darah para perjaka, dan Hensel & Gretel tidak pernah pulang ke rumah mereka di desa?

John Connolly dengan cerdas melakukan itu semua, sekaligus membuat sebuah cerita yang sebenarnya lebih cocok untuk orang dewasa, namun tokoh utamanya sendiri adalah seorang anak kecil. Ide - ide segar itu dituangkan Connolly dalam novel perdananya, The Book of Lost Thing (Kitab Tentang yang Telah Hilang).

Jalan ceritanya sendiri sangat mendebarkan; sebuah kisah petualangan yang penuh kejutan.Novel ini menceritakan tentang David, seorang anak kecil yang merasa kecewa dengan ibu dan adik tirinya, kemudian terdampar di sebuah negeri aneh yang penuh makhluk mengerikan. Dibantu oleh sang Penebang Kayu, David bermaksud untuk mencari jalan pulang ke dunianya sendiri. Namun apa daya, dalam salah satu petualangannya, David harus kehilangan sang Penebang Kayu sehingga ia harus meneruskannya perjalannya sendiri. David harus melewati berbagai bahaya yang menantang maut sampai akhirnya ia berhasil menemukan misteri dibalik negeri yang aneh itu.

John Connolly membuat cerita ini bernuansa gelap dan suram, dalam kadar yang sangat 'pas'. Padanan kata yang dipilih Connolly sederhana namun juga begitu indah, sehingga enak untuk dibaca. Connolly membawa kita semua masuk ke sebuah negeri antah berantah dimana makhluk - makhluk kejam hidup dan bebas; monster pemakan daging, Pemburu kejam yang gemar bereksperimen dan melakukan mutilasi, manusia serigala, dan Putri Tidur yang haus akan darah para prajurit.

Yang menjadi nilai tambah disini adalah bagaimana Connolly membuat karakter David, sang anak, begitu kuat. Dan bagaimana ia membuat dongeng klasik anak - anak menjadi mimpi buruk. Connolly dengan cerdas membangun misteri dari gaya berceritanya, dan membuat akhir yang tak terduga.

Mungkin yang menjadi sedikit kekurangan terhadap buku ini adalah kekejaman yang ditampilkan Connolly yang mungkin agak sedikit menggangu.

Namun secara umum, novel ini cocok untuk Anda yang mencari bacaan yang beda, mendebarkan, dan penuh dengan petualangan tak terduga.

HAIIII!!!

1 comments
Nah, ketemu lagi deh di blog. Dan ini blog baru saya.
Kenapa sampai bisa bikin blog baru?
Yaaa akhir - akhir ini saya mengalami banyak serangan di dunia maya
Mungkin blog saya yang lama menjadi salah satu korbannya sehingga saya nggak bisa login lagi
Yaaaa berdoa aja supaya siapapun itu yang meyerang saja, mendapat balasannya dari Allah swt (Amiin!)

Okeeee.. jadi, inilah blog baru saya
Mungkin dengan beberapa perubahan pada tulisan, isi, namun tetap menggunakan layout yang sama
Semoga blog ini bisa menginspirasi dan menambah informasi bagi kamu yang membacanya!!!

INGAT : BUDAYAKANLAH MEMBACA!!!

About me

My photo
seorang gadis mungil yang biasa - biasa saja tapi mencoba untuk survive di saat - saat yang luar biasa!
 

blog gado - gado Design by Insight © 2009