Saya termasuk tipe orang yang 'setia'. Salah satunya setia menggunakan handphone, sebuah perangkat elektronik yang sudah pasti Anda semua tahu kan?
Oiah, mohon maaf apabila diikutsertakan merk disini ya, tapi penyertaan merk disini semata - mata bukan untuk menjelek - jelekkan atau mencemarkan nama baik. Hanya untuk penegasan saja.
Jadi begini, waktu saya kelas 2 SMA, saya membeli sebuah handphone dengan merk LG KG 200... yah, buat seorang gadis SMA yang polos dan lugu seperti saya, cukup lah fitur - fitur yang ada di handphone tersebut (sms, tlp, wap, mp3 player, kamera, dll). Saya pun senang dengan model candybar handphone itu, soalnya saya tipe orang yang suka 'merusak' barang secara tidak sengaja. Kalau dikasih model yang flip atau slide, udah pasti nggak awet di tangan saya. Jadi, saya dan handphone saya itu pun bersahabat. Kemana - mana saya selalu membawa - bawa handphone ini. Karena saya suka mendengarkan musik, handphone ini pun menjadi andalan saya untuk menghibur diri. Dengan micro sd 1 GB, cukup puas lah bisa dengerin ratusan lagu, ditambah file - file video musik.
Waktu terus berlalu dan saya terus bersama handphone nan mungil ini. Sebenarnya saya merasa amat kasihan dengan handphone ini. Kalau saja handphone bisa bicara dan punya perasaan pasti handphone ini akan mengeluh dan menjerit, karena setiap hari, karena keserampangan saya, handphone ini sering sekali jatuh; mulai dari jatuh yang ringan - ringan saja, sampai jatuh sampai casingnya pecah dan baterenya sampai kepisah dan meloncat mental entah kemana. Tapi ajaib! Handphone itu masih bandel. Saking seringnya saya menjatuhkan handphone ini, teman - teman saya pun suka iseng menghitung berapa kali saya menjatuhkan handphone dalam sehari. Rata - rata sehari saya menjatuhkan handphone 5 kali (waduuhhh parah juga ya, padahal mah suer nggak pernah niat sama sekali). Tapi akhirnya kebiasaan jelek saya ini berkurang juga gara - gara sering ditegur kakak, orangtua, dan sahabat. Namun kebiasaan lain saya muncul yaitu 'meniduri' handphone. Gara - garanya saya kalo sebelum tidur suka dengerin musik dulu, eh akhirnya pas ketiduran handphone -nya ketiban deh! Handphone ini juga sering kebasahan, karena saya suka bawa handphone ke kamar mandi sambil nyetel lagu atau radio.
Tapi walaupun saya udah berlaku dengan amat sangat kejam ke handphone ini, handphone tetep bandel. Gak pernah rusak. Cassing luarnya sampai bocel - bocel, keypadnya rusak, dan penutup slot micro sd -nya ilang, begitu juga penutup tempat charger dan headsetnya. Tapi tetep aja nggak rusak - rusak tuh handphone.
Akhirnya saya pun menghabiskan waktu kurang lebih 2 tahun setengah dengan handphone itu. Lalu baru - baru ini, saat pergantian semester 1 ke semester 2,,,, saya pun dibelikan sebuah handphone baru. Mungkin ayah saya tahu saya ini rentan merusakkan barang, dan menurut pengalaman, rupanya tipe LG itu cocok untuk saya karena 'susah rusaknya'.
Akhirnya ayah saya pun membelikan saya sebuah handphone LG bertipe GW 300 yang modelnya full QWERTY...
Akhirnya, saya pun berhenti menggunakan handphone LG KG 200 saya. Namun, handphone itu masih tersimpan dengan baik karena selain saya juga merasa berat melepasnya (entah kenapa ada suatu chemistry yang aneh antara saya dengan handphone ini)saya juga yakin nggak ada yang mau beli handphone yang keadaannya sudah rombeng ini.
Begitulah. handphone itu pun tergeletak mati dan tak pernah tersentuh lagi. Hari pertama ada suatu kejadian aneh.
Jadi begini, salah satu fitur yang ada di handphone LG KG 200 yang selalu saya gunakan tiap hari selain sms dan telepon adalah alarm. Setiap hari saya menyetel alarm pukul 3, untuk membangunkan saya sholat malam. Biasanya saja mengaktifkan alarm itu dengan getaran saja, supaya tidak mengganggu kakak yang tidur di kamar sebelah.Saya taruh handphone itu di bawah bantal saya jadi saya dapat merasakan getar hingga terbangun.
Hari pertama dengan HP baru saja, saya taruh handphone lama saya di ruang depan, mati, dengan SIM yang kosong.
Namun begitu kagetnya ketika pukul 3 tepat saya terbangun karena ada bunyi yang nyaring sekali!!!! Saya langsung melompat bangun sambil mencari handphone baru saja, tapi ternyata bukan dia yang bunyi, karena ternyata handphone nya mati! Ohhh... rupanya yang bunyi handphone saya yang lama!
Sungguh kaget. Saya segera menyalakan lampu dan keluar, ke ruang depan, dan menemukan bahwa hanpdhone saya yang lama membunyikan alarm pukul 3 tepat. Seperti dulu, setiap hari dia membangunkan saya pukul 3 tepat, untuk bercengkrama bersama Allah... Duuh... saya berpikir bahwa mungkin ada suatu kesalahan di handphone ini sampai bisa begitu. Tapi saya tak ambil pusing!
Saya segera berwudhu dan sholat!
Dan semenjak itu, handphone lama saya tak pernah lagi berbunyi pukul 3 pagi, karena sudah ada handphone baru yang menggantikannya membunyikan alarm setiap dini hari...





No comments:
Post a Comment