
Ada suatu film yang cukup menggelitik dan cukup membekas di hati saya. Judulnya Little Miss Sunshine. Film ini saya tonton waktu saya kelas 2 SMA, dan sampai sekarang, saya masih mengingat film itu karena ceritanya yang lucu dan segar.
Pertama, saya ingin memberikan basic information dulu mengenai film ini; disutradarai oleh dua Jonathan Dayton dan Valeria Faris, penulis naskah Michael Arndt. Deretan Artis yang membintangi film ini cukup terkenal. Diantaranya Greg Kinnear (Stuck on You), Steve Carell (Evan Almighty), Toni Collette (saya lupa dia pernah main film apa saja, Paul Dano (There Will Be Blood) dan tak lupa sebagai calon Miss Sunshine adalah Abigail Breslin, anak berusia (...ummm berusia berapa ya? kalo nggak salah 10 atau 12 tahun? maaf saya lupa!) yang gara - gara penampilannya di film ini mendapatkan nominasi di ajang Academy Award sebagai Best Supporting Actress (keren banget yaaa). Setelah film ini Breslin yang pernah muncul di berbagai film lain (diantaranya Signs, No Reservations) mulai mendapat perhatian sehingga sering muncul di film - film box office seperti My Sister's Keeper, Nim's Island, dll.
Cukup sudah.
Lalu bagaimana dengan kisah filmnya sendiri?
Film drama komedi keluarga ini mengisahkan tentang perjalanan sebuah keluarga (keluarga Hoover tepatnya) sebuah keluarga dari Albueqerque (bener nggak sih tulisannya?) yang mengantar anak bungsu, Olive Hoover (diperankan oleh Breslin) ke pemilihan Little Miss Sunshine, sejenis Miss Universe anak - anak, di Los Angeles. Keluarga Hoover sendiri sebenarnya keluarga yang 'beraneka ragam'. Ada sang ayah yang klo nggak salah seorang motivator yang gagal, ibunya ibu rumah tangga biasa, putra pertama yang udah melakukan sumpah diam selama tiga tahun dan akan terus sumpah diam kalo belom masuk Angkatan Udara, ada juga seorang paman yang homo dan mencoba bunuh diri tapi gagal. Yang paling kacau adalah seorang kakek yang hobinya ngeganja, godain cewek, dan bokep banget. hahaha.
Sepanjang perjalanan banyak petualangan macem - macem. Mulai dari kakeknya yang meninggal gara - gara over dosis (dan mayatnya dibawa kabur sama keluarga Hoover karena kepengurusannya lama), pamannya yang mau bunuh diri gara - gara ketemu mantan pacarnya (yang homo juga), dan sang kakak yang ngamuk luar biasa saat ketahuan buta warna (bayangin, udah nggak pernah ngomong sama sekali selama 3 tahun, sumpahnya buat jadi AD, tapi ternyata ketauan buta warna! Dan kata pertama yang keluar adalah f**k). Klimaksnya adalah kekacauan di pemilihan Little Miss Sunshine!
Film ini ngena banget. Keluarga banget, manusiawi, nggak neko - neko, dan ceritanya keseharian dan simple aja. Disini juga keliatan kekuatan cinta sebuah keluarga.
Adegan paling menyentuh bagi saya yaitu adegan dimana mereka harus mendorong mobil combi tua kuning mereka karena kopling 1 & 2 nya rusak. Lucu, sederhana, tapi menyentuh! Adegan yang kekeluargaan banget deh! Adegan yang keluarga banget juga menurut saya pas adegan bawa kabur mayat kakeknya dari RS, dan waktu mereka joget bareng di pemilihan Litte Miss Sunshine.
2 thumbs up for this film!
Must see film nih!
Dijamin ngakak, terharu juga.
Film ini juga dapet empat nominasi Piala Oscar, termasuk Best Picture, dan menang dua untuk Best Original Screenplay (Michael Arndt) dan Best Supporting Actor (Alan Larkin, kakeknya, yang menurut saya karakter yang paling kocak dan 'gila!').
Boleh dicoba tonton!
No comments:
Post a Comment